Pola Historis sebagai 'Acuan' memprediksi Harga

Pergerakan historis harga dari waktu ke waktu yang dijadikan alat analisis tehnikal ternyata bisa menggambarkan faktor psikologis dari pelaku pasar terhadap perdagangan yang terjadi dari waktu ke waktu pada suatu periode waktu tertentu. 

Ada beberapa tehnik dasar yang dapat digunakan untuk mengesan faktor psikologis terhadap pergerakan dan perubahan yang akan terjadi tersebut, yang bisa dijadikan informasi untuk mendapatkan data awal , acuan dalam memperediksi harga.

1. Support & Resistance

Secara sederhana Pola Support & Resistance (SNR) adalah Level Batas Atas (Resistance) dan Level Batas bawah (Support). Pada level Batas Atas reaksi yang akan terjadi adalah Penguatan Minat Jual sedangkan Penguatan Minat Beli akan terjadi pada Level Batas Bawah. Dalam hal penerapannya pada Pola Historis, kekuatan dari Level (garis) Validasi dapat dijadikan pertimbangan sebagai data awal kemana arah pergerakan harga selanjutnya. Level SNR yang Validasinya tinggi biasa disebut dengan Major, sedangkan yang Validasinya rendah disebut Minor. Secara tidak langsung level-level yang terbentuk dari penguatan Validasinya ini akan memberikan signal berkenaan seberapa besar pengaruh yang terjadi terhadap permintaan dan penawaran harga.

2. Supply & Demand

Asumsi dasar dalam analisis tehnikal ini adalah Harga akan sangat ditentukan oleh keseimbangan Permintaan dan Penawaran. Dimana 'kelebihan' Supply atas Demand akan berlaku turunnya harga, dan 'tingginya' Demand terhadap Supply akan berlaku naiknya harga. Teori Supply dan Demand yang kita ketahui seharusnya memberikan informasi yang sebenarnya berkenaan teori tersebut, fokus yang harus selalu ada dibenak kita adalah Garis (Level) Supply itu berkenaan dengan Quantitas (jumlah valas) dimana penjual akan melakukan aksinya pada harga yang diberikan, ketika harga naik maka Quantitas (jumlah) penjual akan meningkat, artinya akan ada banyak investor yang akan menjual pada harga tersebut.  Sedangkan Garis (Level) Demand menunjukkan jumlah dimana pembeli ingin membeli pada harga yang diberikan, ketika harga naik maka jumlah pembeli akan menurun. Dalam hal ini antara penjual dan pembeli akan selalu berada pada situasi tawar menawar untuk mencapai harga yang disepakati, sehingga analisis pendukung lainnya seperti keadaan terjadinya titik jenuh jual atau beli (Overbought/OverSold) bisa juga digunakan sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan.

Inilah 2 (dua) analisis tehnikal dari beberapa analisis dasar yang bisa dijadikan alat analisis untuk mendapatkan data awal  dari pergerakan historis harga pasar yang terjadi dari waktu ke waktu untuk dijadikan acuan dalam memprediksi harga mendatang.  Semoga bermanfaat.[zaq]